Pria yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini menambahkan, masa transisi kepemimpinan di Unsrat mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Utara.
Kehadiran Wakil Gubernur Sulut selaku Ketua Dewan Penyantun hingga Kapolda Sulut dalam agenda kampus menjadi dorongan moral yang kuat untuk menjaga stabilitas dan fokus pembangunan lembaga.
“Ini adalah momentum terbaik, saya Rektor di dua tempat. Teknologi apa yang ada di Unhas, ayo kita transfer saja ke Unsrat, tidak usah terlalu ribet. Sebagai wujud tanggung jawab atas perintah Menteri, saya serius menjalankan tugas sebaik mungkin untuk mengawal Unsrat menjadi kebanggaan kawasan timur Indonesia,” tegas Jamaludin.
Ia pun mengajak seluruh pihak, termasuk insan pers, untuk terus membangun narasi positif dan kritik yang konstruktif demi menjaga fokus perbaikan internal perguruan tinggi ke depan. (yos)
