Maxi Awondatu memaparkan, melalui pelatihan itu para siswa d harapkan memiliki ketrampilan dalam membuat berita yang baik. Bagaimana membuat narasi tentang suatu keadaan yang nantinya akan dijadikan suatu berita.
“Jangan berita halu, ya. Jangan berita-berita hoaks,” ujarnya.
Ketika menerima pelatihan, lanjut dia, diharapkan para siswa akan menjadi pilar untuk dapat menyampaikan kepada teman-teman lain yang bukan peserta agar tingkat literasi semakin meningkat. Bagaimana membuat berita yang baik, kemudian bagaimana penyebarannya di medsos bisa dilakukan dengan baik.
Dia juga berharap, melalui kegiatan itu para siswa juga termotivasi untuk nantinya bisa mengikuti event Festival Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Ketika ada lomba, para siswa yang akan diutus dalam ajang tersebut.
Pelatihan Jurnalistik ini menghadirkan tim dari JPS yang terdiri dari Dion Lande (wartawan New Posko Manado/Ketua JPS), Harto Marentek (wartawan RRI Manado) serta Yoseph Ikanubun (Pemred Detik Manado.com).
Pada sesi pertama, Yoseph Ikanubun memaparkan tentang Pengantar Pers dan Jurnalistik. Dia menjelaskan mulai dari pengertian pers, sejarah perkembangan pers di dunia, pengertian dan kerja wartawan, serta jenis-ienis media massa.
