Data pemerintah mencatat produksi perikanan tangkap Sulawesi Utara pada 2025 telah melampaui 370 ribu ton. Potensi tersebut ditopang komoditas unggulan seperti tuna, cakalang, tongkol, hingga malalugis.
Di sisi lain, potensi lahan budidaya perikanan di 15 kabupaten/kota tercatat lebih dari 171 ribu hektare. Angka ini memperlihatkan besarnya peluang pengembangan sektor perikanan, sekaligus menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya secara tepat dan berkelanjutan.
Namun, potensi besar tidak otomatis menjamin pengelolaan yang optimal.
Salah satu tantangan yang selama ini dihadapi adalah data kelautan dan perikanan yang masih tersebar di berbagai instansi pemerintah, lembaga penelitian, organisasi nonpemerintah, hingga kelompok masyarakat. Perbedaan format, standar, dan mekanisme pemutakhiran data berpotensi menyulitkan koordinasi serta menghasilkan kebijakan yang tidak sepenuhnya terintegrasi.
Di sinilah SULUT BLUE DATA diharapkan mengambil peran penting.
Melalui ekosistem digital ini, berbagai informasi kelautan dan perikanan akan dihubungkan dalam satu sistem yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, perguruan tinggi, lembaga mitra pembangunan, hingga pelaku usaha perikanan.
