Usai menerima penjelasan dari drh Afifah Hasna, para jurnalis kemudian meninjau kandang anoa yang terletak di bagian belakang kantor BPSILHK Manado. Sejumlah anoa yang sedang berada dalam beberapa kandang terpisah memberikan reaksi saat didekati.
“Ada beberapa ekor anoa yang agresif, seperti Rambo. Memang setelah bayi anoa itu sudah berusia 9 bulan, sudah mulai menjauh dari induknya meski berada dalam satu kandang,” ujarnya.
Dia mengatakan, ABC Manado merupakan tempat perkembangbiakan anoa sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat aslinya.
“Diharapkan dengan adanya ABC Manado ini bisa menambah jumlah populasi anoa yang kini semakin berkurang,” ujarnya.
Untuk kesehatan anoa di ABC Manado, dia mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah karena selalu dilakukan pemantauan. Secara umum memang penyakit yang menyerang anoa adalah penyakit mulut dan kuku.
“Namun di ABC Manado masih terbebas dari penyakit tersebut,” ujarnya.
Diketahui, anoa (Bubalus sp.) adalah satwa endemik Sulawesi yang dilindungi oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Penetapan Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.
