“Tetapi pada poin yang ketiga inilah sesungguhnya hikmah terbesar kenapa Idul Adha selalu diulang setiap tahunnya. Yaitu hikmah meneladani kehidupan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya untuk kita nilai ke dalam diri kita, dan untuk kita praktekkan dalam kehidupan kita, dan dengan itu kita mendekatkan diri kepada Allah SWT,” jelas Khatib Faisal.
Sementara itu Kapolda Sulut usai sholat mengatakan, Nabi Ibrahim AS bersedia mengorbankan putranya Nabi Ismail AS sebagai wujud kepatuhan dan kecintaan terhadap Allah SWT.
“Kita sebagai umat beragama, apapun agamanya, harus selalu mencintai Tuhan yang telah menciptakan kita, yang sudah memberikan kita kehidupan. Kemudian terkait sikap rela berkorban, kami sebagai anggota Polri tentu saja harus melakukan tugas pokok melayani dan melindungi masyarakat dengan sebaik-baiknya,” singkat Irjen Pol Yudhiawan.
Usai pelaksanaan sholat, dilanjutkan dengan penyerahan dan penyembelihan hewan kurban Polda Sulut, di halaman belakang Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulut, Karombasan, Manado.
